1. Beranda
  2. Pojok Literasi

Tokoh Kite

Jejak Brigadir Matasin Sebagai Wakapolsek Koba Pertama Etnis Tionghoa Yang Terlupakan

Oleh ,

Jejak Brigadir Matasin Sebagai Wakapolsek Koba Pertama Etnis Tionghoa Yang Terlupakan

oleh: Feryandi

Liu Lun Sien adalah warga Koba peranakan atau etnis Tionghoa yang pernah menjabat sebagai wakil Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Koba pada tahun 1971. Liu Lun Sien memiliki nama lokal atau nama melayu Matasin. Brigadir Polisi Matasin adalah tokoh kepolisian Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Brigadir Matasin lahir di Koba pada 21 Juli 1918. Brigadir Matasin merupakan anak ke-5 dari 6 saudara dari pasangan Liu Thai dan Lim Nyuk Jiu. Brigadir Polisi Matasin tutup usia pada 2011 atau umur 93 Tahun saat tutup usia sedangkan istrinya Elma tutup usia pada tahun 2010. Brigadir Polisi Matasin menghabiskan masa kecil hingga tutup usia di jalan Tangai Lama Koba. Brigadir Polisi Matasin meninggal atau tutup usia karena sakit dan dimakamkan di Perkuburan Tionghoa (Hu Cu Se) Koba terletak di Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Brigadir Polisi Matasin memiliki seorang istri bernama Thin Tjuk Tik atau nama lokal Elma. Brigadir Matasin memiliki 6 orang anak terdiri dari 4 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Anak ke 1: Elisan (L) almarhum
Anak ke 2: Eliria (P)
Anak ke 3: Eliti (P)
Anak ke 4: Elidi (L) almarhum
Anak ke 5: Elino (L)
Anak ke 6: Elito (L)

Sosok Brigadir Polisi Matasin tidak banyak masyarakat yang mengetahui kontribusinya dan kiprahnya dalam bidang kepolisian. Sebagai anggota kepolisian tentunya sosok Matasin memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Brigadir Matasin bertugas di kepolisian selama 30 tahun. Matasin masuk polisi pada tahun 1941 dan pensiun tahun 1971. Pada saat itu Matasin mengalami beberapa kali pindah tempat tugas seperti di Koba, Payung, Pulau Lepar, Toboali dan kembali ke Koba lagi.

Sosok Brigadir Matasin dikenal pribadi yang pendiam, namun memiliki disiplin dan jujur dalam bekerja. Seorang Matasin gemar berolahraga terutama bermian tenis meja. Dibalik sosok Matasin yang sederhana, bersahaja juga senang berpantun.

Matasin saat bertugas di Polsek Toboali dan Polsek Pulau Lepar tinggal di rumah dinas. Saat bertugas di Toboali dan Pulau Lepar, istri dan anak-anak tidak ikut dan berdomisili di jalan Tangsi Lama Koba. Saat libur kerja Matasin menyempatkan pulang ke Koba dengan menumpang bus umum. Sedangkan saat bertugas di Polsek Payung Matasin memboyong anak dan istrinya ke rumah dinas Polsek Payung.

Brigadir Matasin bertugas di Polsek Payung sekitar 5 (lima) tahun, Polsek Toboali 1 (satu) tahun dan Polsek Lepar Pongok 1 (satu) tahun. Paling lama Brigadir Matasin bertugas di Polsek Koba.

Saat menjabat sebagai Wakapolsek Koba, Brigadir Polisi Matasin pergi bekerja menggunakan kendaraan dinas yakni sepeda ontel. Brigadir Matasin dikenal hidup yang sederhana, bersahaja dan menjunjung nilai-nilai disiplin, kejujuran dan ikhlas.

Salah satu sahabat yang paling dekat dengan Brigadir Polisi Matasin adalah pengurus PEPABRI bernama Zaidan. Matasin dan Zaidan sering olahraga tenis meja dan aktif mengurus organisasi PEPABRI.

Sejak berkarier di kepolisian Brigadir Polisi Matasin selalu menamkan kejujuran dan disiplin serta siap bertugas di mana saja sesuai perintah pimpinan. Sosok pribadi yang sederhana, bersahaja, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta bekerja dengan ikhlas dan tanggungjawab. Saat bekerja di kepolisian Brigadir Matasin sampai pensiun telah berperan dalam mengisi pembangunan dilingkungannya. Matasin telah menjaga nama baik sebagai anggota kepolisian hingga pensiun.

Hal ini dapat kita jadikan tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana nilai - nilai kejujuran, hidup sederhana dan penuh tanggung jawab akan menjaga prilaku kita dari perbuatan yang tercela. (*)

Penulis: Feryandi

Dok foto: elino

Berita Lainnya