Pojok Literasi
Presiden KOPI Ferry Komeng Minta Presiden Prabowo Memberikan Pelatihan Literasi Kepada Menteri Agar Tak Menyakiti Hati Rakyatnya
ASPIRASIBABEL.COM | Pangkalpinang -Menyikapi kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat yang terjadi pasca demontrasi dan adanya anarkis dilapangan. Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengungkapkan bahwa polisi yang akan diberi kenaikan pangkat oleh Presiden adalah mereka yang menjadi korban tindakan anarkis.
Ia menegaskan, polisi-polisi tersebut terluka bukan oleh demonstran yang menyuarakan aspirasi, melainkan oleh pelaku anarki. Menurut Hasan, kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi karena para polisi tersebut terluka saat menjalankan tugas negara.
Pernyataan itu telah melukai perasaan kami sebagai masyarakat. Ada rasa kecewa atas keberpihakan yang tidak adil dalam menyikapi hal ini, ungkap aktivis yang juga Presiden Komunitas Penulis Indonesia (Kopi), Feryandi, Sabtu (5/9/2025).
Menurut telaah, Feryandi bahwa bagaimana para demonstran yang benar-benar menyampaikan aspirasi tanpa ikut terlibat anarkis tetapi terluka dan seandainya digebuki polisi saat aksi demontrasi berlangsung.
"Apa ada investigasi, tidak menutup kemungkinan ada polisi yang mulai memprovaksi pendemo dan gebuk demonstran dan dia melawan balik. Dan demonstran tersebut akhirnya dijadikan tersangka karena melawan, padahal kemungkinan faktanya di dipukul terlibih dahulu.
Polisi yang terluka tersebut mendapat kenaikan pangkat, sedangkan demonstran tersebut kemungkinan ditangkap polisi. Apa begini, bisa dikatakan tugas negara? Apa seperti ini disebut keadilan bagi masyarakat?
Kita setuju, aparat penegak hukum melakukan investigasi terlibih dahulu dan menangkap yang benar-benar penyusup oknum yang melakukan perusakan atau anarkis dalam aksi tersebut.
"Sekali lagi, aparat kepolisian harus berhati-hati menangkap masyarakat. Mana yang para penyusup, pelaku aksi anarkis, jangan sampai salah tangkap. Kita sepakat aparat penegak hukum mengungkap otak besar yang memerintahkan agar terjadi kerusuhan dan perusakan, 'tegasnya.
Hal ini, saya prediksi tidak terpikir oleh Hasan Nasbi. Makanya statmen tersebut terkesan membuat masyarakat kecewa dan tidak adil dalam memberika pernyataan bahkan menerapkan kebijakan memberikan kenaikan pangkat tersebut terlalu dini tanpa ada kebijakan yang adil.
Lanjutnya, apa bantuan negara kepada para demonstran yang hanya menyampaikan aspirasi tanpa anarkis tapi menjadi korabn pemulukan aparat.
"Pejabat pemerintah harus bisa berpikir jernih. Harus adil dong. Tidak sembarangan membuat pernyataan yang bisa membuat masyarakat tambah kecewa dengan pemerintah, " ungkap Feryandi yang biasa disapa Ferry Komeng.
Komeng juga menegaskan aparat kepolisian nantinya jangan asal tangkap para demonstran yang mereka anggap ikut anarkis atau perusuh dalam aksi rersebut.
"Saya khawatir mereka salah tangkap, atau sengaja menangkap para demonstran tanpa adanya bukti yang cukup. Sehingga jika sampai terjadi hal ini akan menciderai demokrasi yang pada akhirnya kepercayaan masyarakat kepada polisi dan pemerintah jadi hilang, " tegas Ferry Komeng yang juga penulis buku ini.
Melihat fenomena saat ini tidak sedikit pejabat negara bahkan sekelas menteri, anggota DPR yang terkesan asal bicara memberikan pernyataan yang secara logika tidak pantas diucapkan, sehingga membuat masyarakat sakit hati dan kecewa.
Sepertinya memang, Presiden Prabowo perlu pakar atau penasehat bidang literasi atau setidaknya yang bertugas selalu mengingatkan para pejabat untuk tidak membuat pernyataan yang bisa menyakiti hati rakyatnya.
"Saya pikir, perlu adanya praktisi atau pegiat yang cakap dalam berkemampuan literasi yang betani memberikan masukan untuk menghindar pejabat pemerintah yang sering asal memberikan pernyataan ngawur dan tidak penting, "terang Ferry Komeng.
Sudah saatnya, Presiden Prabowo mulai berbenah didalam pemerintahannya mulai dari mengingatkan anak buahnya agar tidak memberikan pernyataan yang tidak penting diucapkan, pernyataan cenderung yang membuat rakyatnya sakit hati dan kecewa.
Menurut saya, penting bahwa pejabat negara tidak asal bicara, tidak memberikan pernyataan yang menurut masyarakat tidak adil, menyakiti dan membuat kecewa yang berkepanjangan.
"Masyarakat memiliki harapan besar di Pemerintahan Prabowo agar lebih baik menjalankan negara ini. Sekali lagi ada harapan pengelolaan negara ini lebih baik dari yang sebelumnya,"tutup Ferry Komeng. (Asp).









Komentar