Nasional

Pencegahan Korupsi Timah, LBP Ingin Aplikasi SIMBARA Segera Berjalan

ASPIRASIBABEL.com | Jakarta - Pemerintah mengesahkan rumah bersama 21 mineral lainnya menjadi komoditas yang tergolong strategis yang ditertibkan baru-baru ini.

Penetapan dilakukan Menteri ESDM Arifin Tasrif terhadap 22 komoditas sebagai mineral strategis itu terjadi, Senin (1/4/2024).

"Dalam rangka optimalisasi hilirisasi mineral di dalam negeri untuk pengembangan industri  strategis dan mendukung pemanfaatan mineral guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, perlu menetapkan kriteria dan klarifikasi mineral yang tergolong mineral strategis, kata Arifin dalam Kepmen ESDM 69/2024, dikutif, Kamis (4/4/2024).

Penetapan jenis komoditas yang tergolong dalam klarifikasi mineral strategis dapat dilakukan review setiap tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Berikut jenis komoditas yang tergolong dalam klarifikasi mineral yang tergolong dalam klarifikasi mineral strategis sesuai Kepmen ESDM 69/2024 yakni: Alumunium (Bauksit), Antimoni, Besi (Bijih besi, pasir besi), Emas, Fosfor (Fosfat), Galena, Kobal, Kromium (Kromit), Logam Tanah Jarang, Magnesium, Molibdenum, Nikel, Perak, Platinum (Platina), Seng, Silika (Pasir Kuarsa, Kuarsit, Kristal Kuarsa), Tembaga, Timah, Titanium, Vanadium, Zirkonium.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, jalan keluar pencegahan korupsi di bidang pertambangan timah. Digitalisasi dalam sistem pengelolaan timah harus dilakukan tahun ini.

"Kami harap sistem digitalisasi pengelolaan timah selesai,' terang Luhut.

Bukan hanya timah, Luhut juga berharap dapat segera mendigitalisasi pengelolaan nikel, sawit dan sumber daya alam lainnya.

Luhut mengungkapkan rencananya nikel dan timah juga akan diintegrasikan dalam SIMBARA pada 2024. (Red/Asp).

Penulis:

Baca Juga