Bangka Tengah

Warga Resah BBM Menghilang di Kios Pertamini, Antrian Panjang Di SPBU Berok

ASPIRASIBABEL.com | Koba - Sudah beberapa hari ini masyarakat Kecamatan Koba dan sekitarnya mengeluh tidak bisa beraktifitas dan bekerja karena tidak bisa mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax. Pantauan awak media sejak 2 hari terakhir di SPBU 24.331.62 Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah antrian panjang hingga lebih dari 100 meter. Begitupun sudah 2 hari ini tidak ada toko atau Kios Pertamini yang menjual BBM eceran baik Jenis Pertalite dan Pertamax.

Saya sudah 2 hari tidak bisa bekerja karena tidak bisa membeli BBM jenis pertalite. Jangankan pertalite, mau beli pertamax saja susah.

"Kalau antrian di SPBU kata temen saya bisa sampai 3 jam, " antriannya panjang sampai ke jalan lebih 100 meter.

Sedangkan jika mau membeli di eceran petamini juga tidak tersedia atau tidak ada barangnya. Saya heran juga, pengerit BBM jenis pertalite setiap hari ngerit BBM di SPBU tapi semua toko yang biasa jual BBM pakai jerigen stoknya pada kosong semua termasuk eceran Pertamini.

"Hal ini agak aneh, saya curiga para pengerit yang biasa membeli BBM Subsidi di SPBU dan dijual kembali ke kios-kios eceran atau Pertamini menimbun BBM subsidi Pertalite, " ujar Dika (44), Senin (13/7/2026) sore.

Menurutnya, sejak beberapa hari ini SPBU biasanya buka jam 07:30 WIB sedangkan mobil dan motor sudah pada antrian sejak pukul 06:00 WIB pag.

Saya berharap Pemda Bangka Tengah, Polres Bangka Tengah turun ke lapangan untuk mencari jalan keluar. "Kalau perlu tangkap dan proses jika ada masyarakat pengerit yang melakukan penimbunan BBM subsidi.

Persoalan kelangkaan BBM ini berdampak sangat besar terhadap kegiatan dan ekonomi masyarakat. Hal ini bisa menjadii masalah sosial ekonomi dan Kamtibmas di masyrakat jika dibiarkan berlarut-larut.

SPBU Berok juga belum lama ini tutup karena ada pembinaan dari Pertamina. Ada kabar miring bahwa selama ini para pengerit istilah masyarakat yang membeli BBM Subsidi berulang-ulang setiap hari kemudian dijual kembali ke penampung atau kios-kios Pertamini.

Diketahui bahwa sudah beberapa hari ini SPBU Nibung Kecamatan Koba tidak menjual BBM Subsidi jenis Pertalite karena sedang di sanksi atau pembinaan Pertamina karena diduga sering terjadi penyalahgunaan BBM subsidi. Sementara pihak SPBU belum ada tanggapan terkait adanya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

(Mg2).

Penulis:

Baca Juga