Bangka Tengah
Perpustakaan Daerah Bangka Tengah Melaksanakan Kegiatan Replikasi Mandiri Program TPBIS
ASPIRASIBABEL.com | Koba - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan kegiatan Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) bagi pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan se-kabupaten Bangka Tengah di buka langsung Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bateng Elly Irsyah SH, MH, Selasa (25/11/2025) di gedung Perpustakaan Daerah Bateng.
Menurut Elly bahwa pengelola perpustakaan kelurahan/desa haris bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai pengelola desa/kelurahan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program TPBIS dari Perpustakaan Nasional. Program TPBIS di Bangka Tengah mulai 2021 berjalan.
"Selamat mengikuti kegiatan hingga selesai agar dapat menyerap informasi terkini dari program TPBIS, " ujar Elly yang tidak berapa hari lagi akan memasuki usia pensiun.

Sementara, nara sumber Runi Alcitra Amelia Pustakawan Madya DKPUS Babel mengatakan bahwa penerima bantuan buku program Bahan Bacaan Bermutu memiliki kewajiban untuk membuat laporan kegiatan melalui link yang sudah disiapkan.
Ada tiga strategi TPBIS melalui kegiatan laporan yang harus dibuat dalam program TPBIS yakni peningkatan layanan sistem informasi, pelibatan masyarakat dan advokasi kemitraan.
Awalnya pemerima bantuan BBB masuk dalam program TPBIS, namun sejak 2025 ini program BBB menjadi program tersendiri tidak bagian dalam program TPBIS.
Sementata itu, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Lokus Bangka Tengah Feryandi berharap agar pengelola perpustakaan kelurahan/desa dapat terus belajar dan meningaktkan keterampilan.
Jika berkegiatan literasi harus di dokumentasikan dan rutin membuat laporan yang di unggah dalam link agar ada laporan kegiatannya.
Memang harus kita akui lebih 90 persen pengelola perpustakaan di Bangka Tengah agak lemah dalam pelaporan kegiatan, pelibatan masyarakat dan advokasi.
"Untuk itu perlu adanya kegiatan replikasi mandiri program TPBIS seperti ini. Sayangya banyak pengelola perpustakaan desa/kelurahan yang tidak hadir," ujarnya. (Asp).









Komentar