Bangka Tengah
Warga Minta SPBU 24.331.72 Berok Keluraha Koba Tidak Melayani Pengerit Pertalite
ASPIRASIBABEL.COM | Koba - Penyalahgunaan Bahan Bakar Subsisdi (BBM) jenis pertalite terus berlanjut sejak lama tanpa ada penindakan yang tegas dari aparat penegak hukum dan pihak Pertamina.
Pantauan media ini di salah satu SPBU 24.331.72 kelurahan Berok, kecamatan Koba, kabupaten Bangka Tengah antrian kendaraan roda empat maupun roda dua untuk mengantri membeli BBM Subsidi jenis Pertalite sqnagt panjang terutama jalur mobil antrian pertalite.
"Kita juga harus antrian yang panjang dan sampai 1 jam kadang lebih baru dapat beli pertalite,“ Ryan, Senin (5/5/2025) kepada media ini.

Sebenarnya, jika tidak ada motor yang ngerit pertalite, mobil bisa masuk jalur antrian pertalite yang satunya lagi. Ini para pengendara motor yang ngerit bisa membeli berulang-ulang kali.
"Pihak SPBU ini mengaturnya memang kacau, membolehkan para pengerit yang membeli BBM jenis pertalite berilang kali, kemudian pertalite di sedot untuk dikumpulkandikumpulkan, kemudian dijual kembali, " Ujarnya.
Menurutnya, baru-baru ini sudah dua kali SPBU Berok tutup karena mungkin disanksi Pertamina. Tapi tutupnya tidak lama, hanya beberpaa hari saja.
"Harusnya aparat kepolisian menindak tegas para pengerit yang selalu meresahkan masyarakat dan menyalahgunakan BBM ini," tegasnya.
Saya berharap tidak ada lagi pengerit BBM subsidi di SPBU ini, walaupun rasanya tidak mungkin hampir semua SPBU melayani para pengerit BBM Subsidi ini. (Asp).









Komentar