Gerakan Literasi
Gerakan Kolaboratif Relima Wilayah Babel Upaya Penguatan Budaya Baca
ASPIRASIBABEL.com | Pangkalpinang - Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terbagi dalam beberapa lokus kabupaten/kota.
Daftar Relima Wilayah Bangka Belitung:
1. Feryandi Lokus Bangka Tengah
2. Harfin Samudra Lokus Bangka Barat
3. Harlina Lokus Bangka
4. Sinta S Lokus Kota Pangkalpinang
5. Qoriza Saumiddin Lokus Belitung
6. Eka Ria Lestari Lokus Belitung Timur
Relima wilayah Bangka Belitung ada 6 Lokus dan siap melaksanakan tugas membangkitkan literasi di sekolah, perpustakaan desa/kel maupun Taman Bacaan Masyarakat.
"Relawan Literasi Masyarakat (Relima) merupakan program yang diinisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai bentuk komitmen dalam membangkitkan budaya baca dan meningkatkan kecakapan literasi, " kata Koordinator Relima Wilayah Bangka Belitung yang juga Relima Lokus Bangka Tengah ini, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa program Relima masuk dalam kebijakan prioritas nasional, khususnya dalam mendukung penguatan SDM dan pelestarian budaya. Relawan akan menjadi mitra strategis dalam menjalankan berbagai program penguatan literasi.
Untuk itu, saya berharap instansi terkait pemerintah daerah dapat bekerjasama dengan kawan-kawan Relima dalam upaya membangkitkan budaya baca, budaya menulis dalam penguatan literasi.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan pegiat literasi yang telah hadir di tengah masyarakat. Dia memahami bahwa pergerakan yang selama ini di orkestrasi oleh penggiat literasi di masyarakat sangat luar biasa.
"Saya percaya mereka bergerak karena terpanggil untuk secara bersama-sama membangkitkan semangat membaca, membangun kecakapan literasi demi martabat bangsa," ungkapnya dalam Sosialisasi Program Relawan Literasi yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, (2/7/2025).
Relima merupakan program yang diinisiasi sebagai bentuk penguatan dan sinergi dari berbagai gerakan literasi yang telah ada.
Dengan menggandeng para relawan, khususnya melalui kerja sama dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, program ini bertujuan mengoordinasikan gerakan literasi agar tidak berjalan secara sporadis, melainkan dalam satu arah dan semangat bersama.
“Program ini bukan sekadar pelatihan atau penugasan, tetapi bentuk pemberdayaan dan pengakuan atas peran strategis relawan dalam membangun peradaban literasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala Perpusnas menegaskan, bahwa negara melalui Perpusnas hadir untuk mengukuhkan eksistensi para pegiat literasi, bukan mengambil alih peran mereka.
"Bapak-Ibu relawan adalah energi luar biasa. Kehadiran kami untuk mengukuhkan keberadaan para pegiat literasi. Perpusnas dan Relima adalah kepanjangan tangan negara untuk bersama-sama mengayomi masyarakat, meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi," tugasnya. (Ndi/Asp).